Aksaraku berserakan, terhempas angin dan berterbangan tak tentu arah.
Berjatuhan, terinjak - injak kian tak berarti.
Setumpuk harapan kian pudar, kesunyian jadi pilihan, imajipun hilang, kosong dan tak terpikirkan.
Jiwaku melayang, tatapan kosong, tak ada arah pandang, semua suram, mengabu dan tak bercahaya.
Kini, aku kembali punguti puing-puing rasaku, mencoba kembali dari titik terpurukku dan meniti arah tujuku di masa depan.
Aksaraku kembali bersama jiwajiwa kumengelana, di antara ranting-ranting aku bertengger mencari penghidupan.
tertulis sudah
semua yang kulihat
terbit mentari
Sragen, 08 Desember 2019
By: Yatri Dumupa


0 comments:
Post a Comment