Sunday, December 8, 2019

Haibun



Haibun
Aksaraku berserakan, terhempas angin dan berterbangan tak tentu arah.
Berjatuhan, terinjak - injak kian tak berarti.

Setumpuk harapan kian pudar, kesunyian jadi pilihan,  imajipun hilang, kosong dan tak terpikirkan.

Jiwaku melayang, tatapan kosong, tak ada arah pandang, semua suram, mengabu dan tak bercahaya.

Kini, aku kembali punguti puing-puing rasaku, mencoba kembali dari titik terpurukku dan meniti arah tujuku di masa depan.

Aksaraku kembali bersama jiwajiwa kumengelana, di antara ranting-ranting  aku bertengger mencari penghidupan.

tertulis sudah
semua yang kulihat
terbit mentari

Sragen, 08 Desember 2019
By: Yatri Dumupa

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Pecinta pada anak yang terpencil

Mengukir menulis

Berhasil menulis sebuah buku, dengan ketebalan di atas 100 halaman, terang adalah satu peristiwa besar tersendiri. Bagi penulis seperti s...