Thursday, December 26, 2019

persuasif kemanusiaan.

Photo doc/prib.
Kami tau panas,
kami tau hujan,
kami tau akan ditangkap,
kami tau akan ditembak
kami lebih tau lagi baik
Kami lebih tdk tau buruk
Kami tau bagi masa depan
Kami tdk bermusuhan dgn orang yg beda warna kulit.

Misteri memang,  hidup dan kehidupan ini.  Yang Tahu tentang hidup adalah sang pemberi  hidup bukan sang pemegang bersenjata.

Pemegan nyawa orang
Bukan saya
Bukan anda
Bukan dia
Bukan meraka
Bukan kami
Bukan kita

Bukan manusia
Bukan negara
Bukan pemerinta
Bukan tni/polri
Bukan siapa-siapa
Semuanya di tangan sang pencipta

Maka kau hentikanlah intimidasi
Maka kau hentikanlah diskriminasi
Maka kau hentikanlah  kekerasan
Maka kau hentikanlah pemerkosahan
Maka kau hentikanlah perampasan
Dan lain-lainya..

Hukum karma itu tuntutan sampei  nyata, fakta
Hukum tuhan akan tuntutan dan dll.

persuasif  kemanusiaan

# Yatri#Dumupa#

Thursday, December 19, 2019

Hidup adlh seni


Hidup adlh seni mengelola dimensi perbedaan...
Memenjarakan pemikiran dan ide hanya akan melestarikan kebodohan...
Diam memang emas... Tpi diam bkn solusi hidup... Sebab patokan saja berbicara melalui gerak arti statis...

Masalah memang akan tetap berlalu tanpa kita selesaikan(diam) tpi memecahkan masalah dgn solusi lebih mencerdaskan...

Tak perlu menjadi akademisi utk memiliki ide2 brilian...

Selamat berjuang utk persatuan para sahabt..
Semoga apa  yg anda fikir pada saat ini, terbaik utk kedepan dan tiket berfikir untuk sederhana dan utk hidup...

By Yatri

Wednesday, December 18, 2019

Aku adalah orang Papua


Aku adalah orang Papua
Perang, Rebut & Pertahankan Tanah Air West Papua.
___________________________________________
Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat West Papua saat ini adalah perjuangan melawan suatu sistem penindasan. Bukan perjuangan melawan "bangsa kulit kuning sao matang" (Indonesia saat ini)".
Karena, kita tidak cukup sekedar menggantikan birokrat orang indonesia dengan "birokrat" kulit hitam Orang Papua dalam membangun sistem pemerintahan yang baru.

Pertama, dalam kaca mata kita, perjuangan yang dilakukan oleh rakyat West Papua yang tergabung dalam gerakan sipil maupun geriliyawan di hutan adalah suatu perjuangan melawan sistem eksploitasi SDA dan penindasan terhadap rakyat West Papua di seluruh negeri dari Sorong sampai Almasuh. Baik itu penindasan yang sedang dihadapi oleh rakyat Bangsa Papua saat ini karena kehadiran kolonialisme Indonesia maupun penindasan dan pengisapan kapitalisme dalam bentuk lain yakni eksploitasi karena kepentingan kapitalis dan imperialisme barat.

Kedua, sistem penindasan tersebut harus dihadapi secara sistematis pula. Yakni dengan membangun kekuatan rakyat yang terorganisir, sistematis, dan masif. Rakyat Papua dalam pandangan perjuangan melawan kolonialisme Indonesia dan kapitalisme global, adalah rakyat harus mendapat tempat yang istimewa dalam membangun gerakan bersama.

Rakyat mempunyai posisi maha penting ketika kita membangun perlawanan, jika kita berbicara mengenai gerakan. Berarti kita bekerja melaksanakannya, adalah kita harus selalu menyadari bahwa kekuasaan perjuangan sepenuhnya itu milik rakyat tertindas, bahwa kita semua sama-sama mengalami penindasan, penghinaan, penjualan, penghisapan, eksploitasi, pembunuhan massal melalui operasi-operasi militer Indonesia di seluruh pelosok negeri, dan bahwa kita semua adalah saudara dari kelas sosial yang sama dengan satu tujuan: memenangkan perjuangan revolusioner melawan kolonialisme Indonesia dan sistem-sistemnya yang menindas rakyat kita, dan untuk melayani rakyat kita, maka inilah yang menjadi dasar kesatuan dan persatuan perjuangan kita, titik awal dari demokrasi yang kita perjuangkan.

Kolonialisme Indonesia di West Papua hari ini adalah hasil dari Imperialisme Amerika Serikat yang mengatur konspirasi ekonomi politik melalui Perjanjian New York, 15 Agustus 1962. Pendek kata, kolonialisme Indonesia harus tunduk pada imperialisme AS demi politik kolonialismenya di West Papua, dan AS harus selalu dukung NKRI agar eksploitasi SDA di West Papua dapat dijaga dan dijamin aman oleh Indonesia.

Bayangkan! Tanah air West Papua, yang berpenghuni, hidup sekitar 600.000 tahun ini, menjadi transaksi ekonomi politik para imperialis dan kolonialis. Mulut dan telinga pemilik teritori ini dipasung senjata. Tak satu pun dilibatkan dalam perjanjian yang menentukan nasib masa depan hidupnya. Pepera 1969 akhirnya menjadi bukti sandiwara dan kejahatan kemanusiaan terhadap bangsa Papua yang pada 1 Desember 1961 berikrar menjadi bangsa menuju negara sendiri.

Tanah air West Papua masih menjadi ladang pembantaian dan exploitasi dari kekuasan kolonialisme Indonesia dan imperialisme AS. Tentang Freeport, polanya sama: negosiasi AS dan RI tanpa pelibatan orang Papua. Dalam mind-set para penjahat ini, orang Papua itu binatang yang harus dibasmikan demi pendudukan dan eksploitasi SDA. Maka pola hegemoni pembangunan, yakni: kasih Otonomi (Otsus) agar kita lupa harga diri dan perjuangan. Seekor babi liar dibuat jinak untuk disembeli? Berarti "Jiwa pemberontakan kita dicabut dengan uang dan jabatan.

Apa yang menjadi sebab kita melakukan pengorbanan dalam gerakan? Mengapa kolonialisme Indonesia begitu keras kepala dan kejam? Dan mengapa, walaupun negara-negara penggiat HAM seperti PIF, dll. Di muka bumi ini mengutuk kekerasan kolonialisme Indonesia terhadap kita, tetapi Indonesia masih mendapatkan dukungan dari AS, Inggris, China, Australia, New Zealand, PNG, Fiji dll. Bahkan dukungan dan bantuan yang kolonialisme Indonesia butuhkan untuk melanjutkan penindasan dan kejahatan kemanusiaan terhadap Rakyat West Papua di sini, didukung 100%.

Sementara tanggung jawab perjuangan kita masih besar, sedang kemampuan kita terbatas.
Tetapi kita punya kelebihan yang besar dan menentukan yaitu; "Satu pandangan yang sama yaitu tidak lain adalah "Sosioalis". Kita punya garis politik perjuangan yang tepat dan massa rakyat West Papua ada bersama kita dalam membangun gerakan-gerakan perlawanan melawan kolonialisme dan kapitalisme.

Maka alat yang kita butuh saat ini adalah:
kita membutuhkan perjuangan revolusioner, membangun perjuangan melawan penindasan baik kolonialisme maupun neokolonialisme dan imperialisme atau penindasan dalam bentuk apapun, tidak terlepas dari pengorganisasian kolektif atau selalu saja kita membutuhkan "pengorganisasian".

Pengorganisasian terutama pengorganisasian rakyat menjadi kunci dari suksesnya perjuangan melawan penindasan kolonialisme dan imperialisme.
Catatan sejarah membuktikan kebenaran tesis ini. Kuba dalam konteks perlawanan terhadap kapitalisme dan neo-kolonialisme adalah contoh yang baik dalam abad ke-20.

Inilah penjelasan tentang perang merebut negeri kita West Papua.
Seperti seorang yang dipenuhi oleh kutu harus merendam pakaiannya ke dalam air mendidih, untuk membuang kutu-kutu itu, telepas dari warnanya atau dari mana asalnya, kita juga dipaksa untuk memasukkan negeri kita ke dalam api peperangan untuk bisa melepaskan diri dari ekspolitasi kolonialisme dan kapitaslime, terlepas dari warna atau asal-usul agen-agennya.

Pola penaklukan oleh imperialisme dan kolonialisme ini harus di lawan. Perlawanan pada dua musuh ini tidak hanya milik orang Papua, tetapi oleh rakyat sejagat raya yang masih terkungkung bius nasioalisme chauvisnis dan hegemoni imperialis. Membangun solidaritas dengan bekas negara-negara jajahan agar mendukung kemerdekaan Papua, mengakhiri kolonialisme, dan mengantisipasi serta menghancurkan neo-kolonialisme (post-kolonial). Itu tugas semua manusia, terutama Indonesia, Bolivia, Venezuela, Timor Leste, Kuba, dll.

Di West Papua, setiap orang Papua harus wajib mengambil tanggung jawab membangun basis perlawanan. Jangan biarkan kolonial dan kapitalis menduduki dan menguasai tanah air kita. Jangan memberi wewenang kepada kolonial dan kapitalis mengatur nasib masa depanmu. "Victor F. Yeimo".

Biarkan para penjahat itu buat perjanjian-perjanjian, dan kita rakyat Papua sendiri bikin perjanjian antara sesama. Kita berjanji berdiri dan bergerak bersama mengakhiri penderitaan ini. Berjanji pada tanah air dan anak cucu kita bahwa kelak mereka jangan lagi menderita dan dieksploitasi. Berjanji pada diri sendiri bahwa saya generasi perjuangan, dan bukan penikmat sesaat.

Tanah Air Atau Mati..

Solo, kamis 19 Desember 2019.
Oleh Yatri Dumupa
Kita Harus Menghakiri
Lawan..!!

Monday, December 16, 2019

Nona Papua yang satu satunya. yang kucintai-mu


Foto pribadi dengan Nona Papua 


Nona Papua yang satu satunya, yang kucintai-mu

Waktu itu Denganmu;
Penaku menari di atas lembaran
 jiwa kita yang bertintahkan
air mata kerinduan di antara
Nona Papua dan aku

Sering aku berkata.....
Meskipun Nona Papua kau tidak mencintaiku bahkan
Untuk merindukanku takkan
terlupakan-mu  Nona Papua.
Ko baik baik disana ya

_______Aku takkan mengapa,
Sudah menjadi kebiasaanku tuk mencintaimu dan
merindukanmu inginku Nona Papua
kau berada dihati-ku

Aku sendiri kadang heran
dengan perasaan terdalamku,
Mengapa, aku bisa
mencintaimu sedang dirimu
bukan selera hatiku

Sedikit saja tidak melihatmu
Rasa karsaku
 menjadi dilema antara
 iya atau tidak
 melabuhkan rindu
mencari kabarmu

Sayang Nona Papua,
Yang tak menyayangiRindu,
Yang tak merindu Adalah kamu;

Nona Papua yang satu satunya
yang kucintai-mu;
Aku tak mengapa
Kerelaanku telah moksa
dalam senyum pura

Biar tidak ku miliki kau seutuhnya
Setidaknya
ku miliki kau dalam doa~doa
 malamku.

Dan lagi;
Terbiar aku tidak mampu
 menjadikanmu kekasih hatiku
Namun aku masih
bisa menjadikanmu
di setiap puisiku yang ku tulis
untuk  kaum nona" Papua.

Yatri Dumupa 12 Des 2019 ✍

Friday, December 13, 2019

SALAH KU YANG DULU PERGI


SALAH KU YANG DULU PERGI
_______,,,,
Aku yang dulu pergi
Aku yang kini ingin kembali
Adakah hati seutuh dulu lagi
Seperti saat dulu ku tinggal pergi

Ada kah lagi tersisa waktu
Adakah lagi tersisa tempat untuk ku
Mendiami kembali singgasana hatimu
Yang dulu pernah ku acuhi

Memang beda terasa kini
Senyum mu tak memberi sejuk lagi di hati
Sapa mu tak sehangat mentari bersinar pagi

Memang salah ingin kembali
Titipan kata",,,
Mahligai indah berpagar tinggi

"By" "Yatri Dumupa"

Tuesday, December 10, 2019

KATA HATI


KATA HATI 
______________
Aku berjalan ikuti arah cahaya
Melangkah setapak demi setapak ikuti alur - Nya
Berusaha tenang disetiap ujian dan cobaan
Berusaha kuat disetiap apa yang dilewati

Hati dan jiwa ini tak mampu menyalahkan
Atas apa yang terjadi
Kulewati dan kualami atas apa yang kuhadapi

Aku hanya berusaha sabar dan kuat disetiap alur - Nya
Walau rapuh jiwa tak jadikan halangan untukku tetap tegar

Aku hanyalah hamba - Nya
Memohon dikuatkan bahuku untuk menopang segala apa yang sudah ditetapkan - Nya
Agar langkahku tak goyah diterpa prahara

Aku yakin dan percaya akan kasih sayang - Nya
Disetiap kesulitan pasti akan ada kemudahan
Ditiap ujian pasti akan ada jalan keluarnya

Jalannya hidup tak harus terhenti ,karena hidup harus tetap berjalan , bukan sebatas pelarian.
Pasti akan indah pada akhirnya.

By Amoye Yatri
Nabire 29-oktober-2019

Sunday, December 8, 2019

AKU, KAU DAN DIA

AKU, KAU DAN DIA
Air mata itu tak lagi terlihat
Ketika canda bahagiamu kurasakan
Untukmu sahabat seperjuangan

Kepak sayabmu kian terarah
Asma-Nya tersemat di relung hati
Usahamu takkan jadi sia-sia

Dulu aku pernah merasa apa yang kau rasa
Ajarkanku kuat disegala keadaan
Niat juangku kuat, walau cobaan menerpa

Doa dan pengharapan dipertahankan
Isak tangis tak lagi jadi peneman
Antara benci dan amarah, tak lagi jadi beban

By Yatri
Sragen, 09 Desember 2019

Puisi Perempuan lawan

Puisi Perempuan lawan


Tak lama  lagi kita berpisah
Kaum Idonesia dan kaum west papua

Sebuah bersuara bagi para perempuan
Habis gelap terbitlah terang
Perjuangan ini dapat kami rasakan untuk bebas dari negeri ini

Wahai negeri bumi cendrawasih ini
Kami kini dapat berdiri berani
Sampei akhiri dengan menang
Tanpa takut menatap lawan

Jerih payahku sampei menang
Membuat kami mampu melawan segala intimidasi dll teradap oap
Hingga setinggi langit

Mampu membuat kami belajar
Hingga ke negeri orang lain

Bangku pendidikan ini ada lagi membuat aku lebih lawan  dengan kata caci maki teradap-ku

Seorang pintar Prestasi tak terhitung mampu diraih

Semua ini dapat terwujud
Tanpa perjuanganku
Meski  hanya diperingati setiap 01 desember

Hingga sayapun acara peringatan atas diriku untuk negeri bumi candrawasih ini
Tetapi kau akan selalu intimidasi dll

Akan kami lanjutkan perjuangan ini
Demi memajukan kaum perempuan negeri bumi cendrawasih  west papua ini...?

By Y@tri Dumupa
Nabire 22 september 2019

MESTI


MESTI

Setelah hujan badai
berhenti,
mesti yg hadir adalah cerah. Begitu pula, dalam kegelapan.

Kegelapan tak mungkin menjadi terang, ia  tetaplah kegelapan. Begitu pun dalam masa pendidikan ini juga. Kita harusnya budayakan memiliki buku, lalu sekaligus membaca buku.

Karena segala pengetahuan didapat  melalui buku, untuk cerdas diri dan mencerdaskan bangsanya.

Semoga dapat terinspirasi untuk kita. Salam terang meuwodide. Salam terang Papua.

Terima kasih juga,
wauwa Fabby Makoma Pigome atas mengajak saya utk berjalan2 di area pekarangan ini.

Haibun



Haibun
Aksaraku berserakan, terhempas angin dan berterbangan tak tentu arah.
Berjatuhan, terinjak - injak kian tak berarti.

Setumpuk harapan kian pudar, kesunyian jadi pilihan,  imajipun hilang, kosong dan tak terpikirkan.

Jiwaku melayang, tatapan kosong, tak ada arah pandang, semua suram, mengabu dan tak bercahaya.

Kini, aku kembali punguti puing-puing rasaku, mencoba kembali dari titik terpurukku dan meniti arah tujuku di masa depan.

Aksaraku kembali bersama jiwajiwa kumengelana, di antara ranting-ranting  aku bertengger mencari penghidupan.

tertulis sudah
semua yang kulihat
terbit mentari

Sragen, 08 Desember 2019
By: Yatri Dumupa

INGINKU

INGINKU

Apa yang salah dengan rasa ini
Ketika bunga-bunga cinta bermekaran
Di situ ada rindu yang mulai tumbuh
Sungguh ....

Apa aku yang mulai gila
Tentang adanya rasa yang singgah di hati
Atau aku hanya bersandarmu
Akan indahnya surga duniawi

Lagi-lagi aku bermimpi
Nyata dan fatamorgana yang terlihat
Merasa dan di rasa yang di harap
Bukan semata puja puji semata

Mungkinkah ....
Kudapati rasa itu
Di saat benih-benin cinta kuhadirkan
aku coba bangkit dari kelukaan

Sragen, 08 Desember 2019

BUNGA KEHIDUPAN DAN SETANGKAI IKHLAS

BUNGA KEHIDUPAN DAN SETANGKAI IKHLAS

Jalani hidup dalam ikhlas
Itulah ciri manusia berkelas

   Usah risau pada perilahku culas
   Setiap budi pasti dibalas

Tak perlu was-was
Tuhan begitu luas

   Hidup memanglah tidak mudah
   Banyak ujian menguji terus

Awali dengan bermasalah
Apa pun hasilnya, ucap terima

   Tetaplah berdoa
   Dekat sama Tuhan penuh berkah
 
 Sragen 08 Desember 2019
By: Yatri Dumupa

Saturday, December 7, 2019

Kehidupan seseorang pernah alaminya


Kehidupan seseorang pernah alaminya

hidup kita adalah proses
hidup kita adalah belajar
tanpa memandang umur
tanpa memandang besar serta kecil

Jika jatuh berdiri lagi
Jika kala mencobah lagi
Jika gagal bangkit lagi

Terakhir sampai Tuhan berkata waktunya pulang atau kembalih ke  tanah.

Itulah pernah terjadi dalam kehidupan manusia.....?

BY, Yatri D


Tuesday, December 3, 2019

Mamaku adalah selaga-galanya

Mamaku adalah selaga-galanya


Mamaku...
Ini aku selalu menempel padamu selama 9 bulan
aku selalu mengikutimu ke mana saja semasa kecilku
aku selalu menyebabkanmu susah bergerak karena menjaga aku
aku juga selalu membuat tubuhmu tak indah lagi
masih aku, selalu kau harap-harapkan!

Mamaku...
benarkah melahirkanku bertaruh nyawa?
benarkah sakit seribu penyakit menjadi satu saat melahirkanku?

Tidakkah ibu takut kehilangan nyawamu sendiri?
Tidakkah ibu takut menyakiti diri sendiri, mamaku? demi aku.

Mamaku...
walau tak banyak yang kuingat, kecilku selalu menyusahkanmu demi untukku.

aku selalu menangis
aku selalu marah
aku suka ngompol
aku susah makan
aku tak mendengarkan kata-katamu
aku menang sendiri
aku jahat bu! aku selalu membuatmu khawatir!

Mamaku...
jelas sekali ku ingat, aku selalu marah saat uang sakuku kurang seribu
aku selalu marah saat topi dan dasiku hilang karena kesalahanku sendiri
aku selalu marah jika sepatuku belum juga kering di hari senin
dan aku, aku selalu menyalahkanmu bu!
Pantaskah aku seperti itu bu?
Tapi...
tapi mengapa ibu tak marah padaku?
mengapa ibu tak memukulku
mengapa ibu masih selalu mengelus kepalaku saat aku tidur?
ibu juga masih selalu...selalu berdoa demi untukku...

Mamaku...
sekarang aku sudah besar bu
tahun depan aku sudah 23 tahun
aku juga sudah sarjana
bahkan, aku juga sudah berani membawa orang lain ke rumah!
Tapi, apa aku sudah menjadi anak yang kau harapkan-mu?

Tidak! aku sama sekali belum bisa menjadi anak yang kau harapkan. Aku terlalu sibuk menghabiskan waktu  dengan keinginanku dan kepuasanku sendiri. Aku egois! Hingga tanpa sadar aku kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk menemani dirimu.
Maafkan aku ibu.

Mamaku...
garis di wajahmu semakin tampak
noda hitam di pipimu juga semakin terlihat
kerut wajahmu juga semakin jelas bu.
Maafkan aku ibu. Maafkan aku yang tak pernah menyadari perubahanmu. Maafkan aku yang tak pernah memberimu kesempatan merawat diri. Maafkan aku tak selalu bisa menemanimu menuju tua. Maafkan aku bu!

Mamaku...
bagaimana aku bisa membalas jasamu bu?
bagaimana bisa aku membalas pengorbananmu?
bagaimana bisa aku mengganti waktu, materi, dan kasih sayangmu semua ?
cukupkah dengan uang? cukupkah dengan mobil mewah, Bu?
Tidak! itu semua tidak ada artinya dibandingkan dengan jasa Ibu. Bahkan hidupku pun tidak  akan pernah bisa membalas jasamu ibu. Maafkan aku bu! Terima Kasih mamaku!

Maafkan aku yang tak pernah bisa membalas jasamu bu
Maafkan aku yang selalu mengecewakanmu
Maafkan aku selalu membuat air matamu turun
Maafkan aku tak bisa selalu membuatmu tersenyum. Maafkan aku ibu!

Terima kasih mamaku.
Terima kasih telah melahirkanku di dunia. Terima kasih telah mengenalkanku pada dunia.
Terima kasih telah merawatku sampai sekarang.
Terima kasih untuk waktu, materi, dan kasih sayangmu bu.
Terima kasih untuk hangatnya sentuhanmu.
Terima kasih untuk sejuknya doa yang selalu kau kirim untukku
Terima kasih telah menjadi ibuku. Terima kasih mamaku!

Aku Mencintaimu, mamaku.
By:Yatri Dumupa

Monday, December 2, 2019

Duah pelitaku telah padam



Duah pelita 
-------------------------

Ada yang pelita nyala 
Ada yang pelita padam

Pelita bagi  yang nyala,
begitu mampu membangun
  rakyat dan alam semesta.

Pelita bagi yang padam,
begitu sedikit kurang mampu 
membangun rakyat dan 
alam semesta...!

Rakyat papua dan 
alam semesta papua..!

Begitu sesekali dan sedikit kali 
Senang karena ada
pelita nyala...!

Selalu mengalir air mata 
  bagaikan hujan deras 
   selalu tangis bagai 
penuh dengan mayat hamburan
   rakyat papua, 
karena ada pelita padam...!

Yatri Amoye Dumupa
Solo 30-05-19

DOAKU

DOAKU

Ketika aku memohon pada-mu Allah-ku suatu kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika aku memohon pada-mu Allah-ku kebijaksanaan,

Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan
Ketika aku meminta kesejahteraan,
Allah-ku memberiku akal untuk berfikir

Ketika aku meminta keberanian,
Allah-ku memberikan kondisi berbahaya untuk segera ku atasi,
Allah-ku memberiku orang –orang bermasalah untuk kutolong

Ketika aku meminta bantuan,
Allah-ku selalu memberiku kesempatan untuk berbuat

Sungguh aku tak pernah menerima apa yang aku pinta
tapi aku menerima segala yang kubutuhkan, terjawab do'aku ya Allah-ku...??

Yatri Amoye Dumupa jogja 10-04-19

"Tangan mama Adalah tangan ubi"

"Tangan mama Adalah tangan ubi"   

 maka stiap hari ku tak lapar, hanya tak lapar Itu sewaktu bersama bapa dan mama." 

"Seketika keluar dari diruma atau  dirantau atau dinegeri Orang, jika tibalah lapar dan haus, namun mengingat kembali dengan  secepatnya kisa dengan bapa dan mama."

"Dan Saat pada Waktu kecil, kan ayah dan ibu mempersiapkan ubi satu noken untuk sehari,  maka aku ingat dan ingat, tapi rasa begitu besar pun bertahan dan belajar untuk hidup mandiri." 

"Pada Waktu kecil hingga disaat Ini, Selalu dan Selalu, ayah dan ibu medidik dan memelihara untukku,  selama masih hidup, dan selama masih ada nyawa ayahku dan ibuku."

"Bapa dan mama engkaulah yang memelihara dan  medidik hingga pada Saat Ini,  tanpa batas dengan tanpa tak ternilai, hingga ku bisa berada di jawa ini."

 "Oooh bapaku dan mamaku, begitu besar ku tak terbalas barang apapun yang ku milikih, tapi yang punya segala-galanya Tuhan  yang akan membalas." 

"Bapa dan mama  lelah berkorban demi  untukku, apa yang bapa dan mama memimilik hal apapun demi untuk ku, 

Ku sangat berterimakasih kepada kedua Orang tuaku."

"Berdoa kedua Orang tuaku, terutama berdoa  mamaku Adalah mensemangatkan bagiku untuk selama masih dalam menempu ilmu dan pengetahuan atau selama masih mengejar impianku." 

"Semoga Kata sependek ini bermanfaat bagi kita semua"

Penulis Oleh: Yatri Dumupa 



AKU DAN PUISI



AKU DAN PUISI

Engkau menghampiri kala sunyi mendekap diri
Ketika terpenjara di labirin jiwa tanpa suara
Persembahkan abjad di ranting kepala untuk kurangkai menjadi kata
Aku tak bernyali meramunya menjadi berdiksi
Menjadi bait yang berlarik
Sebuah ritme yang harmoni karena aku bukan pujangga
Mereka tertawa juga tak memandangnya sebelah mata
"Biarkan saja, katamu!"

Engkau terus mempermainkan imajinasiku
Aksara pun menari lincah di jemariku
Menuangkan rasa yang tersimpan di lubuk terdalam
Susuri tepian musim tepiskan diam
Melahirkan yang tersirat disetiap keadaan
Ungkapkan kalimat bukan sekedar isyarat

Engkau mengalir di nadiku lepaskan emosi tidak sebatas diksi
Butir rasa melebur mencari makna yang terkubur
Engkau adalah suara hati
Bahasa jiwa yang jujur apa adanya
Menjadikanku puisi yang tak tereja

#Yatri Dumupa
Jogja di poinatan 3.Desember 2019 <


Maaf Bila Tak Sopan




Maaf Bila Tak Sopan

Maaf bila aku membuat gaduh
Hadirkan hati-mu di luar dariku
Anggap saja pelampiasan rasa jenuh

Ingin kutampilkan kekata lembut
Akan tetapi tumbuh rasa takut
Bila nanti ada lagi hati yang seperti-mu

Aku sadar, ini tidak benar
Namun tiada maksud membuat onar
Mohon ditanggapi jiwa ini besar sayang 
Gadis Yagamoku 

Diatas bus sragen ke jogja 2 desember 2019

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Pecinta pada anak yang terpencil

Mengukir menulis

Berhasil menulis sebuah buku, dengan ketebalan di atas 100 halaman, terang adalah satu peristiwa besar tersendiri. Bagi penulis seperti s...