Friday, February 14, 2020

Mengukir menulis


Berhasil menulis sebuah buku, dengan ketebalan di atas 100 halaman, terang adalah satu peristiwa besar tersendiri. Bagi penulis seperti saya, itu bagian dari eksistensi. Sedang bagi kalangan tertentu, seperti PNS, buku sangat signifikan mendongkrak karier dan jabatan. Masalahnya adalah, mayoritas dari kita yang nonpenulis tak pernah merasa siap untuk mulai menulis sekalipun pengiiiin banget.

Padahal situasi dunia perbukuan sekarang ini tidak lagi seseram pada masa lalu, di mana satu-satunya tempat untuk membuatnya ada (alias terbit) hanyalah lewat penerbit gede semacam Gramedia dengan tingkat seleksi yang demikian mengerikan. Pada zaman ini, kita bisa menerbitkan buku secara independen, tergantung bujet. Bisa juga melalui platform penerbitan digital semacam Webcomics atau Comico dengan taraf seleksi yang tak seberat penerbit major cetak. Bahkan platform lain sejenis Wattpad atau Storial sangat gampang dengan mekanisme semacam blog, yaitu kita sendiri yang “terbitin”.


Dan langkah-langkah persiapan untuk menuju ke sana pun sesungguhnya tak terlalu menyeramkan. Sekadar info, novel saya pilih karena ini merupakan format penulisan buku dengan tingkat kesulitan tertinggi. Jadi deretan tips ini bisa dikuasai, dirimu akan bisa menulis buku jenis lainnya.

1-Baca dan Baca

Persiapan paling awal untuk menulis novel sudah tentu adalah dengan membaca, baik sebagai kebiasaan maupun dalam rangka brainstorming. Tak ada tulisan tanpa membaca terlebih dahulu. Bahkan saat aktivitas menulis semakin intens, kualitas dan kuantitas bacaan juga harus ikut meningkat.

Triknya adalah membaca dulu novel-novel yang saat ini populer, viral, dan masuk daftar top 10 best seller di toko-toko buku. Apa tujuannya? Untuk tahu tren. Bacaan ngepop seperti apa yang saat ini sedang disuka. Sesudah itu, kita beralih membaca karya-karya yang berkategori tinggi, semacam karya-karya Hemingway, Tolstoy, Murakami, Arswendo, Pram, Ayu Utami, ataupun yang sejenisnya Mario Puzo dan George RR Martin.

2-Menentukan Jenis Novel

Kenyang membaca akan membuat kita sedikit banyak tahu akan menulis novel yang seperti apa. Roman yang cheesy, misteri yang rumit, horor yang mencekam, fantasi yang imajinatif, atau mengarah ke sastra tinggi. Pilihannya bisa berdasar atas selera pribadi, atau bisa juga karena akan mengikuti dulu selera pasar.

Yang tergampang sebenarnya adalah cukup menulis cerita yang selalu disukai pada zaman apa juga, yaitu kisah cinta. Ini tema yang timeless sejak era Romeo & Juliet hingga zaman Dilan sekarang ini. Dan jenis ini relatif mudah dikerjakan karena kita bahkan bisa mengambil kisah cinta kita masing-masing sebagai ide cerita.

3-Belajar Bahasa

Novel yang baik adalah yang ditulis dengan bahasa yang baik pula. Dan bahasa tulis yang bagus cukup berawal dari kedisiplinan berbahasa, sesuai kaidah EBI (Ejaan Bahasa Indonesia). Bahwa tulisan karya fiksi harus “unik dan menarik” dengan tokoh-tokoh yang “tidak biasa”, itu nanti tergantung kebiasaan dan konsistensi menulis, tapi hal yang pertama harus dipegang adalah bagaimana berbahasa (tulis) sebenar dan sebaku mungkin.

Cara belajarnya bagaimana dan lewat mana? Dari buku-buku yang dibaca itu tadi. Amati cara penggunaan huruf besar dan tanda baca di sana. Dengan apa satu kalimat dihubungan dengan kalimat berikutnya. Lalu pelajari juga kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang paling baku (atau follow akun Twitter Ivan Lanin!). Lama-lama kita akan tahu teknik baku penulisan itu seperti apa.

4-Menentukan Cerita

Satu hal yang sering membuat para penulis pemula berat saat hendak berangkat nulis adalah mencari ide. Biasanya karena ide cerita tetap tidak ketemu meski sudah dicari dengan semedi, kungkum, atau bahkan memberikan sesaji pada pohon beringin!

Well, istilah yang benar bukanlah “nyari ide”, tapi “menentukan ide”. Bahan cerita tergampang sebenarnya sudah ada, hanya tinggal dipilih dan ketuk palu. Misal cerita tentang sahabat jadi pacar, cinta segitiga, cinta terbentur adat atau ortu, drama rumah tangga perselingkuhan, dll. Tema-tema itu terus disuguhkan dalam genre romance dan tak pernah usang. Tak pernah pula ada tuduhan plagiarisme sekalipun dua pengarang sama-sama muncul dengan tema cerita yang sama persis, misalnya soal sahabat jatuh cinta, misalnya.

Atau langsung tentukan saja mana di antara kisah-kisah cinta kita yang akan dinovelkan. Tak punya kisah cinta? Ngenes men…

5-SInopsis

Langkah berikut setelah menentukan bahan untuk dinovelkan adalah membuat cerita komplet untuk itu. Kita musti melengkapi struktur penceritaannya: ada pengenalan, ada kenaikan tensi, masalah makin gawat, tokoh utama terlibat kesulitan, klimaks konflik, dan selesaian menuju ending. Dapat pula dipikirkan mengenai plot twist, alias kejutan tak terduga dalam cerita yang membuat pembaca kaget.

Pada contoh tentang sahabat jatuh cinta, ceritanya bisa disusun seperti ini: Rafa dan Yayuk sahabatan sejak kecil, dua-duanya kemudian sama-sama suka tapi dipendam. Rafa lalu nekad akan nembak, tapi pas datang ke rumah Yayuk, ternyata Yayuk didatangi Agus (bos Rafa) yang mau pedekate (ada plot twist di sini).

Rafa stres karena di kantor, Agus curhat soal Yayuk padanya (ironi, komedi situasi). Lalu Rafa memergoki Agus ternyata kaya raya karena jualan narkoba (plot twist lagi!). Saat tahu Rafa mengetahui bisnis gelapnya, Agus berusaha membunuh Rafa (tokoh utama dalam situasi genting). Di puncak pertikaian, ketahuan bahwa Rafa dan Agus saudara sebapak tapi lain ibu (plot twist besar). Lalu Agus dikalahkan Rafa dan Rafa jadian dengan Yayuk (selesaian, ending).

Misalnya seperti itu. Mau dicontoh juga monggo…! Yang jelas, itu tulis dalam bentuk sinopsis panjang dan tak perlu dengan bahasa yang baku dan bersih. Ini cuman bahan untuk diri kita sendiri. Mau ditulis tangan di bloknot pun bisa.

6-Menyusun Outline

Ini merupakan penjabaran lebih detail dari sinopsis. Mirip pembuatan storyboard berdasar skenario di produksi film. Bagi cerita di sinopsis menjadi bab, normalnya antara 15 hingga 25 bab, dengan tiap bab rata-rata bervolume 1.500 hingga 3.000 kata (5–10 halaman), kemudian tentukan adegan apa saja yang muncul dalam tiap bab.

Misal pada bab 1 Rafa bangun tidur lalu ditelpon Yayuk (untuk menggambarkan keakraban mereka); di bab 2 Rafa datang ke kantor dan bertemu Agus (perkenalan tokoh); dilanjut bab 3 tentang kegiatan Rafa sesudah jam kantor untuk jalan dan makan berdua dengan Yayuk (pengenalan tokoh lagi); dan seterusnya.

Outline membuat kerja penulisan nantinya terasa jauh lebih mudah karena ia berfungsi mirip itinerary sebuah perjalanan wisata. Ada jadwal kegiatan dan destinasi yang jelas di tiap titik, sehingga kita tidak blank habis ini ngapain.

7-Jam Nulis

Satu hal sepele namun krusial yang tak selalu dipunyai penulis pemula atau yang belum profesional adalah waktu menulis. Tak ada waktu menulis karena padatnya jadwal pekerjaan adalah keluhan utama yang kerap saya dengar mengenai mengapa mereka belum juga menulis.

Kalau mau tahu, waktu untuk nulis itu memang tak pernah ada, bahkan juga untuk kami para penulis pro. Kami selalu rutin menulis bukan karena seharian penuh ada waktu luang (yang bisa dipakai nulis), melainkan karena waktunya dibuat ada. Misal antara pukul 9–13 harus menulis entah dapat berapa kata atau paragraf, lalu dilanjut pukul 14–16, dan seterusnya.

Yang belum berprofesi nulis dan belum terbiasa nulis dalam jangka waktu lama bisa menetapkan waktu sekecil mungkin untuk menulis tiap hari. Bisa dimulai dari sekecil 10 menit, sebelum bobok. Sepuluh menit tak lama, hanya 600 detik. Dan tak harus membebani diri sendiri dengan target besar. Hanya memperoleh separo paragraf dalam 10 menit pun tak apa. Yang penting aktivitas ini dirutinkan menjadi satu habit, hingga nanti muncul “rasanya gatal kalau tak nulis tiap hari” sebagaimana “hati tak tenang bila belum salat” di dalam diri kita.

8-Gabung Komunitas

Bila perlu, gabung ke komunitas menulis sebelum memulai proyek besar jangka panjang. Banyak sekali komunitas berbasis medsos yang bisa diikuti kapan saja, dan bisa ikut sebanyak mungkin komunitas, tanpa perlu prosedur registrasi dan seleksi yang belibet. Cukup gabung dan baca-baca dulu peraturan komunitas sebelum ikut aktif di dalamnya.

Bertemu teman-teman yang memiliki minat yang sama membuahkan banyak hal bagus yang sangat keren. Kita bisa saling berbagi ilmu & pengalaman, saling memotivasi, dan kadang bisa menemukan cinta yang baru. Langsung atau tidak, itu menjadi bahan bakar yang penting bagi kelanjutan proyek nulis kita. Bahkan kisah-kisah di komunitasnya itu sendiri bisa dikisahkan menjadi satu novel yang bagus.

9-Tentukan Deadline

Ini yang jarang diingat, bahkan oleh saya sendiri.

Menentukan tenggat pekerjaan penting untuk memacu diri sendiri agar sungguh-sungguh bergerak. Soalnya kalau tidak, ya kita akan terlalu rileks menjalaninya. Bisa anytime tergusur hal lain yang (dirasa) lebih penting, dan lama-lama ilang dari prioritas dan bahkan ingatan (ealah… durung nulis rong sasi!).

Masa kerja wajar untuk satu novel setebal antara 100–200 halaman adalah tiga hingga lima bulan. Jadi jika kau hari ini mulai menulis bab 1, targetkan naskah harus selesai selambatnya akhir November atau awal Desember 2019. Jika perlu, terapkan hukuman pada diri sendiri andai target terlewat, seperti nraktir teman tiap hari selama seminggu nonstop. Demi menghindari itu jadi nyata, tentu mau tak mau target harus dipenuhi.

10-Mulai Nulis

Dan akhirnya, kita tiba di aspek terpenting penulisan novel, yaitu pekerjaan nulisnya itu sendiri. Jangan kayak saya, yang selalu bilang ke teman “Novelnya udah jadi kok, tinggal diketik…”!

Lingkungan yang sesuai sangat diperlukan untuk kelancaran proses ini, dimulai dari meja kerja khusus. Jangan biasakan mengetik di meja makan, apalagi meja kafe! Ini mah cuman gegayaan biar kelihatan kalau kita penulis. Kamar kerja harus tenang seperlunya (sebab ada juga yang bisa nulis lancar justru dengan memutar musik) dan steril dari gangguan.

Ini maksudnya tak hanya gagguan eksternal (anak masuk kamar minta ditemani main, atau paca ngrusuhi ajak yang-yangan!), tapi juga internal diri sendiri. Taruh ponsel dalam mode sunyi dan abaikan hingga jadwal jam nulis hari ini terpenuhi. Syukur-syukur susah berhenti sehingga ada extra time.

Tetap hal yang sama



Tetap hal yang sama



Dua hari yang lalu  kumemohon  untuk

 kabur berdo'a rakyat kaupun tak dengar



Satu minggu yang lalu kumemohon

kabur permintaanku kaupun tak dengar



Satu tahu yang lalu kumemohon untuk

Keluarkan dari di ruang-mu kaupun tak niat



kau  pertahankan di lingkup-mu tak wajar

Kau memang punya garis besar tapi tak jamin rakyatnya



ikuti mendung dilangit meliput hujan deras jadi tagisan asa rakyat



Begitu terus menerus tetap hal yang sama

lampau hingga kini penindasan asa pada rakyat.



Piss Rakyat Papua



By: Yatri. D#

Sragen 12-02-2020

Tuesday, February 11, 2020

INI MENJALAN KENANGAN KITA 2017 HINGGA 2020



INI MENJALAN KENANGAN KITA 2017 HINGGA 2020
_______________________
Masih membekas jejak langkah kaki
Dari sisa-sisa memori
Penuh luka dan air mata
Dari tetesan gerimis lama..

Di sudut pertemuan kita
Membekas pelukan mesra
Berpayung ikrar tertata kita indah
Tapi semua itu telah basah ....

Jalan kenangan tinggal cerita
Aku dan kamu sama-sama terluka
Menemui buntu tanpa rindu
Tersesat di perhentian waktu..

Tetesan hujan menembus dada
Tangan mengusap menutup beban menggundah
Mencari kabar di hitam putih
Tak satu pun mengingatnya lagi...?

By: ®Yatri D...
Sragen,-11-01-2020
2020.-Jepara

Kata-mu tuk OAP Mati Atau merdeka


Kata-mu tuk OAP  Mati Atau merdeka

Dari duluh hingga kini, darah yang tumpah di atas tanah Papua

Dari berjuta nyawa oap yang melayang
Di atas negerinya sendiri
Yang sekarang adalah sebuah menunggu berpisah

Karna kata-mu tuk padaku takut
Yang telah menjadi medan perang
Para rakyat yang berteriak bebaskan dirinya

Untuk mengangkat tinggi menunggu kemenangan demi kita, denga haknya sendiri

Untuk melawan para penjajah yang kejam dan rasis tuk oap begitu terus sepanjang hidupku
Kau tercipta menjadi dua kata untukku pilihan

 Mati atau Merdeka

Kecuali pilih mati atau merdeka
Banyaknya hujan peluru yang menembus tubuh rakyat kecil tak punya dosa itu

Tetap berjuang tegak meskipun tubuhnya berlubang dengan tertembaknya

Terkena ledakan senjata penghancur rakyatku saat ini perang di intanjaya-nduga dll tuk hadapinya perang itu rakyat kecil itupun tak punya Senjata

Yang telah mengorbankan semua jiwa raganya tuk rakyatku yang korban
Demi untuk kebebasan menentu nasib sendiri

Yakni kemerdekaan ialah hak selaga bangsa maka Rakyat minta nasib sendiri.

By Yatri D#
Sragen-11-02-20

Saturday, February 8, 2020

Tamu jadilah kau tuan rumahku


Tamu jadilah kau tuan rumahku

Aku terpencil di atas pucakku
Kaulah jadi milik negeri ini

Kau  mengagutku serta merta 
sebuah benakku
Aku memang lela  pada kau ijajil

Aku bertegu pada berikrar-mu itupun kau tak megakui dengan berikrar-mu

Aku bukan insek tapi aku adalah insanulkamil
Maka kau juga isanulkamil

Aku meminta pada-mu buku dan guru agar aku juga pandai 
Malahan kau berikan padaku 
aku idiopati dan idiosin

Aku malu menerima tamu dirumaku tuk kau
Karna talapak kaki-mu ada idiosin.

By: Yatri: D#
Sragen-08-02-20

Wednesday, January 29, 2020

Luka membawa air mata

Gambar pribadi LT
Luka membawa air mata 

Luka membawa air mata
penuh luka pada rakyat juga
penuh air mata pada rakyat jua
penuh Berdarah pada rakyat juga

Hidupku berahadap pada kau kolonial
Padahal aku punya hak, ku termenu kala senja kusenyum pada kau kaupun  tak bisa sapa, mengapa

Hanyalah tetes air mata rakyat Papua
Dengan menemani duka setiap hari
tergores luka pada hati rakyat
dan jiwa juga terluka
dengan alampun ikut tetes air mata

Rakyat berbicara hak sendiripun kau tak bisa didengarkan
Berdialog berkali-kali
pengadilan

Namun itu pun kau sia-siakan
menjawab suara rakyat dan derita rakyat ini kapan kau menjawab
aku akan menanti-mu di pintu gerbang
Sempei kapanpun dan bagimanapun

pada realita hidup kita rakyat Papua, luka Membawa air mata.

Piss selalu mengalir
air-mata rakyat Papua

By: Yatri, D#
Sragen-30-01-2020

("AIR MATA DUKA")

Photo pribadi

("AIR MATA DUKA")

 PUISI TENTAN AIR DI PIPIKU
__________________
Tiada akhir,
Tetesan sudah air mata!
  Membasahi pipi ini,
   Mengenai kisa ini.

Disini ku berharap,
Menanti datannya rembulan !
Berharap pada mereka,
Tak ada jawabanya.
                 
Kemana lagi ku
 harus mencari jalan terbaik?
Disana ada duka, disitu ada tangis!
 Semua nih detelah waktu,
Bagaikan sekam yang ditiup angin

By: ("Andrwy Dumupa")
¥("BERSAMA YATRI AMO DUMUPA") ¥

Monday, January 27, 2020

Kumpulan puisi I "Air mata yang tak terhenti Di Papua"

Kumpulan puisi 
I "Air mata yang tak terhenti Di Papua"

Gambar pribadi
Luka membawa air mata 

Luka membawa air mata
penuh luka pada rakyat juga
penuh air mata pada rakyat jua
penuh Berdarah pada rakyat juga

Hidupku berahadap pada kau kolonial
Padahal aku punya hak, ku termenu kala senja
Kusenyum pada kau
kaupun  tak bisa sapa, mengapa

Hanyalah tetes air mata rakyat Papua
Dengan menemani duka setiap hari
tergores luka pada hati rakyat
dan jiwa juga terluka
dengan alampun ikut tetes air mata

Rakyat berbicara hak sendiripun kau tak bisa didengarkan
Berdialog berkali-kali
pengadilan

Namun itu pun kau sia-siakan
menjawab suara rakyat dan derita rakyat ini kapan kau menjawab
aku akan menanti-mu di pintu gerbang
Sempei kapanpun dan bagimanapun

pada realita hidup kita rakyat Papua, luka Membawa air mata.

Piss selalu mengalir
air-mata rakyat Papua

By: Yatri, D#
Sragen-30-01-2020


TANGISAN ASA RAKYATKU

Ribuan tangis terus menggema dan lelah korban rakyatku
Disela gemuruh bisikan mendengar bunyi senjata pemusnah rakyatku.

Sinar kebahagiaan tertutup lukisan kematian makin tingkat rakyatku.

ku hanya sandarkan padamu Sang pencipta, Jangan pernah Kau tinggalkan jiwa yang telah gugurkan  (oap) mendahului kami dan masih ada rakyatku.

Deritaku madi air darah hanya karena bersenjata korban  rakyatku.

By:Yatri D, 12Januari 2020
Di Bengawan solo..


Jeritan Hati Rakyat Jelata

Sakit-Lapar...Panas-Dingin...Tua dan Mati
Apakah harus ditentukan dengan perjuangan..
Kami hidup di negeri yang kaya, tapi dalam penghidupan yang sengsara
Sengsara negeri ini, bila hidup dinaungi oleh Tuhan kami

Mereka hidup bermewah, berdasi, dan berjas.
Coba lihat kami !!!
Untuk hanya sekedar makan pun, sampah terasa nikmat
Inikah perjuangan para wakil kami??

Bilamanakah !!
Yang memasukkan  tangan dikantongnya hanya duduk manis
Tetapi....
Mengatasnamakan Pertentangan demi rakyat

Bahkan sepatu hitam mengkilatmu
Alergi dengan debu jalanan
Dan kain katun pakaianku
Mereka takut dengan warna darah

Kami tak butuh keprihatinan
Apalagi ucapan kedukaan
Kalau kau memang wakil kami
Ulurkan tanganmu untuk membantu kami

Kau berkata
Kau berjanji
Tapi bagi kami itu hanya sampah
Yang tak akan pernah terealisasi

Hidup kami...
Mungkin sudah habis.
Hanya ajal yang akan menjemput kami
Dalam kehidupan yang berbahagia

Wahai para elite peka dll
Ini semua sudah jelas bukan
Jangan cari keuntungan disini !
Kalau kalian kolonial, kapitalis!!!!

Karya: Yatri.D#
Sragen 26-01-2020



Untuk negriku papua

______________
Papua...!
Namamu Papua selalu identik dengan
darah rakyat dan tangisan rakyat terkena dengan engkau ugatamee pengasih dan penyang, hitam kulitku
Keriting rambutku, tetap aku Papua

Papua...!
Tak kujumpai di jagat raya ini hatiku yang lembut bagaikan rakyat, pelajar, mahasisiwa. Selalu korban di atas negeri sendiri,

Papua...!
Ketulusan hatiku panjatkan sang pencipta karena  lehelurku menangis tiada banding tumpangan darah, bagi semua bangsa lain beda jauh dengan bangsa wast Papua

Ku hanya teguhkan berdo'a bagi anda dan saya secepat berpisah hari ini juga....?

By: Yatri.D#
Sragen 19 01- 2020


NEGERIKU TERCINTA WEST PAPUAKU

PAPUA...
Inilah negeriku..
Negeriku tercinta
Tanah tumpah darahku..

   Kan ku jaga negeri ini
   Takkan ku biarkan sejengkal pun
   Tangan-tangan jahat itu
   Mengotori negeri ini

Ku kan terus berjuang..
Dan menunjukkan kepada dunia
Betapa hebatnya negeri ini
Dan betapa indahnya negeri ini

   Aku percaya..
   Tikus-tikus yang berkeliaran
   Yang merampas Kekayaan Alam Papua
   Pasti mampu dimusnahkan

Alamku yang akan menjadi api unggun
Akan berubah menjadi surga..
Surga yang harus dijaga
Untuk masa depan bangsa West Papua

Dahulu aku bernyanyi, sekarang aku bernyanyi,  dan aku akan terus bernyanyi.

Yatri .D#
28-01-2020
Sa teruskan dari Arnold C.A


Aku Perempuan Yang lawan

Tak lama  lagi kita berpisah
Kaum Idonesia dan kaum west papua

Sebuah bersuara bagi para perempuan
Habis gelap terbitlah terang
Perjuangan ini dapat kami rasakan untuk bebas dari negeri ini

Wahai negeri bumi cendrawasih ini
Kami kini dapat berdiri berani
Sampei akhiri dengan menang
Tanpa takut menatap lawan

Jerih payahku sampei menang
Membuat kami mampu melawan segala intimidasi dll teradap oap
Hingga setinggi langit

Mampu membuat kami belajar
Hingga ke negeri orang lain

Bangku pendidikan ini ada lagi membuat aku lebih lawan  dengan kata caci maki teradap-ku

Seorang pintar Prestasi tak terhitung mampu diraih

Semua ini dapat terwujud
Tanpa perjuanganku
Meski  hanya diperingati setiap 01 desember

Hingga sayapun acara peringatan atas diriku untuk negeri bumi candrawasih ini
Tetapi kau akan selalu intimidasi dll

Akan kami lanjutkan perjuangan ini
Demi memajukan kaum perempuan negeri bumi cendrawasih  west papua ini...?

By Y@tri Dumupa
Nabire 22 september 2019


 Puisi suara hatiku

Angin ufuk timur sepoi-sepoi
alam membisu dan rakyatku akal sehatku berantakan melihat keluarga

di kampung Ndugama
Terlihat luluh lantak
kepala hancur berantakan
darah berserahkan
kacau balau situasinya
inikah penindasan ?

Kampung halaman
yang terbuat dari leluhur
t'lah jadi sarang peluruh
Harapan kehidupan generasi
dan masa depan alam-budaya
juga ikut habis perlahan-lahan

Kini tak ada lagi
senyum mama-mama di honai
hanya air mata berdarah  di pipi
terisak-isak bagai sembilu
yang teriris

Oh' begitu sunyi
dalam kedukaan ini
memang benar, ini penindasan!

 Karya Yatri.D#


("AIR MATA DUKA")

 PUISI TENTAN AIR DI PIPIKU
__________________
Tiada akhir,
Tetesan sudah air mata!
  Membasahi pipi ini,
   Mengenai kisa ini.

Disini ku berharap,
Menanti datannya rembulan !
Berharap pada mereka,
Tak ada jawabanya.
                 
Kemana lagi ku
 harus mencari jalan terbaik?
Disana ada duka, disitu ada tangis!
 Semua nih detelah waktu,
Bagaikan sekam yang ditiup angin

By: ("Andrwy Dumupa")
¥("BERSAMA YATRI AMO DUMUPA") ¥


Tamu jadilah kau tuan rumahku

Aku terpencil di atas pucakku
Kaulah jadi milik negeri ini

Kau  mengagutku serta merta 
sebuah benakku
Aku memang lela  pada kau ijajil

Aku bertegu pada berikrar-mu itupun kau tak megakui dengan berikrar-mu

Aku bukan insek tapi aku adalah insanulkamil
Maka kau juga isanulkamil

Aku meminta pada-mu buku dan guru agar aku juga pandai 
Malahan kau berikan padaku 
aku idiopati dan idiosin

Aku malu menerima tamu dirumaku tuk kau
Karna talapak kaki-mu ada idiosin.

By: Yatri: D#
Sragen-08-02-20

Kau hebat Ma

Ma……
Perjuangan mama yang tak pernah lelah

Cinta kasih yang mama berikan selalu yang  membuat aku tak pernah kehilangan arahku

Kau berjuang, untukku dengan jualan
Ma, bolehkah hari ini aku menangis?
Jika melihat semua perjuanganmu, hati ku merasa sakit

Mama...
yang mencari nafkah, tiada pasar maka  terpaksa jualan  di jalan piss mama

Mama yang menjemput berkah?
Agar kita anak-mu tak susah hidup masa depan

Mama tak pernah rasa malas dan resah sepanjang hari jemmurkan badan di pinggir jalan dan kau memang hebat Ma…

Ma…
Tergambar jelas di memoriku
Di kala senja pagi hari, kau sudah terbangun demi tuk  jualan di pinggir di jalan
demi tuk  anak-mu yang sekolah di rantau

Mama selalu menyebar jualan di pinggir jalan karena tak terbentuk tempat aman dengan jualan-mu, sioo  kau hebat ma

Ma….
Hari ini sioo saja dengan semua pengorbanan-mu ini, karena sebuah pengorbanan-mu namun, aku tak bisa balas yang di balas sang pencipta.

Semua karena Mama, atas perjuangan Mama..?

(Kau hebat Ma)
(Hidup mama Papua)

By. Yatri.D#
Pena derita sahabatku
Anak jalanan sahabatku


Jangan Diam !
______________
Tanah papua adalah tanah berdarah
yang sudah berbau amis
ditelantarkan sejarah

Langit papua, adalah tangis
dari bordil-bordil peluru
yang haus kemenangan
yang bernyawa pemberontakan di atas tanah

Dan, kita adalah anak-anak
perjuangan
yang bukan hanya bercanda di meja makan

Bergeraklah, lawan !
Jika sendiri
melihat ketidak adilan di papua

Bergeraklah, terjang !
sebelum kau yang jatuh kedalam jurang
Kematian

Dan selalu tangis di atas tangis
Dan selalu air mata di atas air mata

Kau kapan berhenti kha
Kau kapan kembali kha
Kau yang ada di atas tanah air
Kau yang menginjak aku

Sebetulnya aku dan kamu
Berbeda, maka kau kembali ke tempat asal-mu
Ku tak mau liat berbeda warna
Kulit dan rambut

Semoga ku  berdoa, doa ini kepastian Poyamee terima. Dan semoga kamu dan aku secepatnya berpisah..

Yatri√√•••••√
Jogja, 04-05-2019


Duah pelita
-------------------------
Ada yang pelita nyala
Ada yang pelita padam

Pelita bagi  yang nyala,
begitu mampu membangun
  rakyat dan alam semesta.

Pelita bagi yang padam,
begitu sedikit kurang mampu
membangun rakyat dan
alam semesta...!

Rakyat papua dan
alam semesta papua..!

Begitu sesekali dan sedikit kali
Senang karena ada
pelita nyala...!

Selalu mengalir air mata
  bagaikan hujan deras
   selalu tangis bagai
penuh dengan mayat hamburan
   rakyat papua,
karena ada pelita padam...!

Yatri Amoye Dumupa
Solo 30-05-19

"Aku jiwa yang lemah"

Aku jiwa yang lemah
Hanya bisa mampu jalani

Aku tidak punya kuasa
Hanya bisa terimah keadaan

Aku tidak bisa hentikan
Hanya bisa cucurkan air mata

Aku tidak ada punya hak
Hanya bisa ikuti perintah

Aku tidak bisa mencari solusi
Hanya bisa tunggu kapan berihkan

Penentuan nasib sendiri
Bagi bangsa papua..?

By: Pin m odiyai...?

Puisi
Yagamo suku mee

menembus
cabaya udara segar
yang tebal
kabut itu terkena
Kriting rambut,
  kulit hitam,
sekarang di ruang
legah lapang
dadamu

tiga tahun yang lalu
bejalan kaki bersama
gandengan, untuk
tanpa alas kaki
tak acuh apa-apa
Gembira-girang
biar hujan deras datang
kita mandi basahkan diri
tahu pasti sebentar kering lagi

Yatri√
asdey Jogja |18-03-2019|



RINDU INI MILIKMU
______________________

Kembali hujan pada jam satu malam
Seribu rinai aksara berjatuhan di kanvas telanjang.

Usai juga :
Dingin bertandang
    Perut keroncongan
         Dahaga kerontang
               Lengkap kekurangan.

Kata sahabat;
Hidup jangan di persulit,
Karna amatlah bodoh jika kita mempersulit diri sendiri.

Nikmati saja prosesnya
Sehabis hujan, kan datang pelangi

Kepada rindu
Biarkan sahaja ia kedinginan mendekap gigil hingga beku.

Agar kelak esok tiba
Setelah mentari membuka tirai mata
Tiada lagi rindu di sisa~sisa hujan semalam.

Tersebab, ia sudah mati kedinginan,
Beku terlantak hingga habis udara tampa nafas  kehangatan dari pemiliknya.

Rinduku bukan milikku_____
       Rinduku telah menjadi milikmu.

Yatri✏️
20.03.2019



√√PESANKU√√

Cinta;
Jangan engkau biarkan rindu ini menua'i jemu maupun semu
Karena tak kuasanya hati menahan rasa berjarak.

Rindu;
Tenanglah sejenak
    Dan jangan membakar puisi dengan api
    cemburu
Karena terbentangnya engkau dengan penggenapmu.

Hati;
Percayalah, hanya dengan batas yang menyekat tatap akan ada rasa saling meyakini dalam keseriusan mencintai.

Bersabarlah?
Engkau akan menikmati hasil jerih payah menunggu.

Yatri√
Jogja.22.03.2019


PINJAM SEMENTARA NAMA-MU YAGAMO PAPUA.. 
________________
Izinkan aku menjadikanmu
sebuah alasan ketika ingin
kusebut nama seseorang dengan panggilan sayang.

sayang
engkaulah pangeran puja'anku
namamu telah menyatu
dari nadi pada setiap
aliran darahku,

akan kujadikan engkau lelaki terhebatku dan aku
akan bersyukur karna telah mendapatkan dirimu,

mencintai dirimu
bagiku adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan untukku.

Kaulah alasanku
ketika sebuah kesabaran sedang dalam proses pembelajaran
menjadikanku wanita yang kuat
meski ego dan hati selalu bertengkar hebat.

kaulah alasanku
mengapa jantung ini
selalu saja berdebar,

kaulah alasanku
kenapa bibir ini selalu saja ingin tersenyum kembali,

kaulah alasanku
kenapa hari-hariku mulai
dipenuhi warna-warni pelangi,

pada malam ini
aku menjadikanmu sebuah alasan
mengapa rinduku tercipta,

dan semoga saja
semua alasan tentangmu ini
didengar oleh yang maha kuasa...
__________
Karya:#D. Yatri#-13-04-19


Saya cuma penulis, tidak begitu pandai merangkai kata-kata. Tapi, salahkah sa punya mimpi?

Saya cuma penulis, jauh dari orang-orang yang hebat. Tapi, salah kah sa untuk belajar?

Sa cuma penulis biasa, kemarin sore lahir dari senja tanpa warna jingga
Alias ufuk timur

Saya Anak gunung, mencoba meraih dari kertas usang, menulis dengan pena dari tinta hitam yang terbuang.

By: @Yatri ..


Tuesday, January 21, 2020

Thursday, December 26, 2019

persuasif kemanusiaan.

Photo doc/prib.
Kami tau panas,
kami tau hujan,
kami tau akan ditangkap,
kami tau akan ditembak
kami lebih tau lagi baik
Kami lebih tdk tau buruk
Kami tau bagi masa depan
Kami tdk bermusuhan dgn orang yg beda warna kulit.

Misteri memang,  hidup dan kehidupan ini.  Yang Tahu tentang hidup adalah sang pemberi  hidup bukan sang pemegang bersenjata.

Pemegan nyawa orang
Bukan saya
Bukan anda
Bukan dia
Bukan meraka
Bukan kami
Bukan kita

Bukan manusia
Bukan negara
Bukan pemerinta
Bukan tni/polri
Bukan siapa-siapa
Semuanya di tangan sang pencipta

Maka kau hentikanlah intimidasi
Maka kau hentikanlah diskriminasi
Maka kau hentikanlah  kekerasan
Maka kau hentikanlah pemerkosahan
Maka kau hentikanlah perampasan
Dan lain-lainya..

Hukum karma itu tuntutan sampei  nyata, fakta
Hukum tuhan akan tuntutan dan dll.

persuasif  kemanusiaan

# Yatri#Dumupa#

Thursday, December 19, 2019

Hidup adlh seni


Hidup adlh seni mengelola dimensi perbedaan...
Memenjarakan pemikiran dan ide hanya akan melestarikan kebodohan...
Diam memang emas... Tpi diam bkn solusi hidup... Sebab patokan saja berbicara melalui gerak arti statis...

Masalah memang akan tetap berlalu tanpa kita selesaikan(diam) tpi memecahkan masalah dgn solusi lebih mencerdaskan...

Tak perlu menjadi akademisi utk memiliki ide2 brilian...

Selamat berjuang utk persatuan para sahabt..
Semoga apa  yg anda fikir pada saat ini, terbaik utk kedepan dan tiket berfikir untuk sederhana dan utk hidup...

By Yatri

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Pecinta pada anak yang terpencil

Mengukir menulis

Berhasil menulis sebuah buku, dengan ketebalan di atas 100 halaman, terang adalah satu peristiwa besar tersendiri. Bagi penulis seperti s...